Wednesday, August 10, 2016

Membuat Bunga Plastik dari Sedotan

Perencanaan
            Analisis kebutuhan :  Seiring dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah manusia dibumi maka kebutuhan pangan dan pakan pun semakin meningkat. Bagi sebagian orang ini bisa dijadikan  sebagai peluang usaha, misalnya berjualan  kebutuhan sehari-hari adalah peluang yang sangat bagus. tapi, disisi lain peningkatan jumlah penduduk ini jugamenimbulkan masalah yang lumayan serius bagi bumi yaitu meningkatnya jumlah sampah yang mengotori bumi, hal ini disebabkan karena pengelolaan sampah yang kurang baik,selain itu tingkah laku manusia yang membuang sampah sembarangan juga masih menjadi masalah yang sulit untuk diatasi.Padahal,jika kita kreatif sampah-sampah yang terlihat tidak berguna dan tidak berharga itu  bisa menjadi barang yang sangat berguna atau bahkan berharga,misalnya dengan membuat kerajinan tangan dari sampah-sampah plastik. Seperti botol bekas,sedotan bekas,kertas bekas, dan koran bekas.
Ide / Gagasan           : Ide kami adalah kami ingin dari bunga dari sedotan ini dapat mengurangi limbah yang tidak terpakai dan menjadi barang yang lebih  bermanfaat bagi semua orang baik dirumah, dikantor, maupun sekolah.

Membuat kerajinan bunga tulip dari sedotan


Siapa yang tidak  kenal dengan bunga ? ya, semua orang pasti  mengenal bunga, bunga sering dipakai sebagai hiasan meja atau pun hiasan dinding baik itu bunga hidup atuu pun bunga tiruan dari kain  atau plastik. Namun, tidak banyak yang tau bahwa bunga hiasan bisa juga dibuat dari sedotan  bekas. Nah, kali ini kita akan membahas tentang  cara  membuat kerajinan dari sedotan bekas.Bahan yang digunakan :1.     Sedotan
2.     Kawat
3.     Putik
4.     Kelopak
5.     Daun
Alat yang digunakan :1.     Gunting
2.     Jarum


Cara membuat bunga dari sedotan :v  sedotan di lipat menjadi 3 bagian, gunting yang 1/3 bagian. Yang di pakai adalah yang 2/3 bagian.
v Lipat 2 sedotan.
v Lubangi dengan gunting sudut kiri kanan bawah.
v Bentuk agak membulat ke sudut kiri atas.
v Pipihkan sedotan dengan mensejajarkan lubang, lalu gunting sisi yang lebih pendek, sisakan 1/2 cm dari lubang (jangan sampai putus)
v Beri guratan dengan arah dari luar ke dalam, sehingga sedotannya agak melengkung ke dalam.
v Siapkan putik dan kelopak.
v Masukkan ke 3 kelopak ke dalam putik berselang-seling lalu tutup dengan kelopak bawah.

Bagaimana mudah bukan ? Meski pun memerlukan ketelitian dan kesabaran tapi jika hasilnya sangat membanggakan kenapa tidak mencobanya ?karena selain bisa berguna untuk  kebutuhan sehari-hari membuat kerajinan dari sedotan juga berarti bahwa kita ikut berpartisipasi dalam  mengurangi sampah yang sering mencemari lingkungan. Jika barang sampah saja bisa menjadi barang unik, kenapa kita harus beli barang mahal  ? Selamat mencoba.

Bohlam Lampu Pijar Pertama

Thomas Alfa Edison
Alfa Edison lahir di Milan, Ohio, AS, tanggal 11 Februari 1847 dari pasangan Samuel Odgen (ayah) dan Nancy Elliot (ibu). Namun, dia tumbuh besar di Port Huron, Michigan, sejak keluarganya pindah ke sana tahun 1854. Alfa Edison dibesarkan oleh pendidikan informal di dalam keluarga. Dalam hal ini, guru yang memberi inspirasi adalah ibunya sendiri, Nancy Elliot.

Sebelumnya, Alfa Edison memang sempat mengeyam pendidikan formal seperti kebanyakan anak-anak lain. Namun, tiga bulan bersekolah, sang guru mengembalikan Alfa Edison beserta secarik surat. Di mana, inti surat tersebut berisi bahwa dia tak layak disekolahkan karena dianggap terlalu bodoh. Sejak itulah, ibunya yang berprofesi sebagai guru mendidik Alfa Edison.


Rasa Ingin Tahu Alfa Edison Besar
Sebagai anak yang dianggap bodoh, Alfa Edison mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Berbagai literatur dibacanya untuk memuaskan hasrat tersebut. Mulai dari karya sastra sampai ilmiah habis dibacanya.

Bengkel kerja ilmiah pertamanya dibuat di gudang rumahnya. Di sana, Alfa Edison menghabiskan waktunya untuk "bermain-main", mengerjakan eksperimen-eksperimen kecil yang sudah dibacanya di literatur-literatur ilmiah. Bahkan, dia berhasil membuat telegraf "primitif" saat berusia 11 tahun.


Alfa Edison Berjualan di Stasiun Kereta Api
Tentu saja, eksperimen-eksperimen kecil ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, Alfa Edison mencarinya dengan menjual apapun yang bisa dijual di stasiun kereta api jalur antara kota Port Huron dan Detroit. Selama beraktivitas di sini, Alfa Edison mendapatkan kesempatan emas tatkala dia menolong anak kepala stasiun. Ganjarannya, dia diberi gerbong kereta tak terpakai untuk membuat laboratorium.

Ketika pecah perang saudara di tanah Amerika pada 1861, segera topik ini menjadi hangat diperbincangkan orang. Alfa Edison melihat hal ini sebagai peluang. Dia langsung membeli sebuah mesin cetak tua seharga 12 dolar. Dengan mengutak-atik sedikit, jadilah mesin cetak tua ini sebagai mesin cetak uang. Ya, dari sanalah Alfa Edison memiliki sebuah penerbitan koran “Weekly Herald”. Oplahnya yang sehari mencapai 400 eksemplar laris manis bak kacang goreng saat dijual di stasiun kereta. 

Pada usia 12 tahun, Alfa Edison kehilangan sebagian besar pendengarannya, bahkan bisa dibilang nyaris tuli. Dalam catatan hariannya, Alfa Edison pernah menulis, "Saya tidak pernah mendengar burung bernyanyi sejak saya berusia 12 tahun." Namun, itu tak mematahkan semangatnya untuk terus maju. Bahkan, penyakit tersebut memberinya keuntungan. Dengan demikian, dia bisa terus berfokus pada apa yang tengah dibacanya tanpa terganggu suara-suara lain.

Sewaktu Alfa Edison dipekerjakan sebagai operator telegraf di Boston tahun 1868, seluruh waktu luangnya habis untuk melakukan percobaan demi percobaan. Pada tahun ini, dia mulai mendedikasikan diri di wilayah penemuan-penemuan terbaru. Di mana, saat itu dia menemukan sistem interkom elektrik. Hak paten pertamanya diperoleh ketika dia berusia 21 tahun. Dia mendapatkan paten untuk alat electric vote recorder. Sayang, tak ada yang tertarik untuk membelinya. 


Bohlam Lampu Pijar Pertama
Sejak itu, Alfa Edison selalu berpikir untuk membuat penemuan-peneman yang komersial. Dolar pertama yang didapatnya dari hasil penemuan adalah saat dia mengembangkan stock ticker. Sebuah perusahaan yang tertarik membelinya rela menghargai sebanyak 40.000 dolar. Uang ini tidak langsung dimakan habis, melainkan digunakan untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di sini, Alfa Edison mewujudkan gagasan-gagasannya. Beberapa di antara temuannya mengubah kehidupan seluruh umat manusia. 


Pada 1877, Alfa Edison membuat phonograph dan tidak berhenti sampai di situ, karena di tahun yang sama dia berhasil menciptakan bohlam lampu pijar. Pertanyaannya berapa banyak penelitian yang dilakukan oleh Alfa Edison untuk menemukan bohlam lampu pijar? Dalam kurun waktu dua tahun, Alfa Edison menghabiskan seluruh dana dan waktunya untuk menciptakan lampu. Hal ini dikarenakan lampu listrik sangat dibutuhkan untuk menerangi malam yang saat itu masih memakai lampu minyak. Total penelitian yang dilakukan adalah 6.000 uji coba untuk menemukan bahan yang tepat. Melalui usaha ekstra keras, tanggal 21 Oktober 1879, Alfa Edison melahirkan bohlam lampu pijar yang mampu menyala selama 40 jam. Sejarah pun ditorehkan!

Masih banyak lagi hasil penemuan Alfa Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Alfa Edison sudah menciptakan paten sebanyak 1.093 atas temuannya. Di antara beberapa temuannya yang lain adalah telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Biografi Wahidin Soedirohusodo

Wahidin Soedirohoesodo
Hasil gambar untuk wahidin sudiro
Nama Lengkap            : Wahidin Soedirohoesodo
Pekerjaan                    : Dokter
Tempat Lahir               : Mlati, Sleman, Yogyakarta
Tanggal Lahir               : Rabu, 7 Januari 1852
Meninggal                    : 26 Mei 1917 ( 65 Tahun )
Warga Negara             : Indonesia
Dikenal karena            : Pengagas organisasi Boedi Utomo
Aktivitas perjuangan    :  - Mengabdikan pengetahuannya sebagai dokter yang memberikan                             layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat
-   Mengemukakan gagasan tentang strategi perjuangan  kemerdekaan yaitu dengan mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pendidikan.
-   Memperluas pendidikan dan pengajaran dan memupuk kesadaran kebangsaan.
-   Mempelopori berdirinya organisasi Boedi Utomo.

Pendidikan                   :  -    Sekolah Dasar di Yogyakarta
-     Europeesche Lagere School
-     School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA)




Latar Belakang
Dokter lulusan STOVIA ini sangat senang bergaul dengan rakyat biasa, sehingga tak heran bila ia mengetahui banyak penderitaan rakyat. Ia juga sangat menyadari bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda. Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah. Sebagai dokter, ia sering mengobati rakyat tanpa memungut bayaran.
Dua pokok yang menjadi perjuangannya ialah memperluas pendidikan dan pengajaran dan memupuk kesadaran kebangsaan.

Biografi
        Wahidin Sudirohusodo, dr. adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya Wahidin Sudirohusodo selalu dikaitkan dengan organisani Budi Utomo karena meskipun Wahidin Sudirohusodo bukan merupakan pendiri organisasi kebangkitan nasional itu, Wahidin Sudirohusodo menjadi salah satu penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta itu.
Pria yang lahir di Mlati, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 7 Januari 1852 ini menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di Yogyakarta yang kemudian dia lanjutkan dengan bersekolah di Europeesche Lagere School yang juga berlokasi di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan studinya di sekolah tersebut, Sudirohusodo memutuskan untuk masuk di Sekolah Dokter Jawa atau yang juga dikenal dengan sebutan STOVIA di Jakarta.
Selama hidupnya, Sudirohusodo yang diketahui merupakan keturunan Bugis-Makassar ini sangat senang bergaul dengan rakyat biasa. Sehinggga tak heran bila dia disukai banyak orang. Dari pergaulannya inilah, Sudirohusodo akhirnya sedikit banyak mengerti penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.
Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah. Sebagai salah satu cara yang bisa dilakukannya untuk  sedikit membantu meringankan penderitaan adalah dengan memanfaatkan profesinya sebagai dokter, selama mengobati rakyat, Sudirohusodo sama sekali tidak memungut bayaran.
Selain sering bergaul dengan rakyat, dokter yang terkenal pula pandai menabuh gamelan dan mencintai seni suara, ini juga sering mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat di beberapa kota di Jawa. Para tokoh itu kemudian diajaknya untuk menyisihkan sedikit uang mereka yang nantinya digunakan untuk menolong pemuda-pemuda yang cerdas, tetapi tidak mampu melanjutkan sekolahnya. Namun sayangnya, ajakan Sudirohusodo ini kurang mendapat sambutan.
Perjuangan Sudirohusodo tidak sampai disitu saja. Di Jakarta, Sudirohusodo mencoba mengunjungi para pelajar STOVIA dan menjelaskan detail gagasannya. Saat itu, Sudirohusodo menganjurkan agar para pelajar itu mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa. Ternyata gagasan Sudirohusodo ini mendapat sambutan baik dari para pelajar STOVIA itu. Mereka juga sependapat dan menyadari bagaimana buruknya nasib rakyat Indonesia pada waktu itu.
Pada tanggal 20 Mei 1908, Sutomo dan kawan-kawannya mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Inilah organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia. Karena itu, tanggal lahir Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Wahidin Sudirohusodo sendiri wafat pada tanggal 26 Mei 1917. Jasadnya kemudian dimakamkan di desa Mlati, Yogyakarta.


Arti Asmaul Husna

ASMAUL HUSNA
Al-Asmau-al-husna artinya nama-nama Allah Swt. yang baik. Allah Swt.
mengenalkan dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik, sesuai dengan
firman-Nya:

“ Dan Allah memiliki Al-Asmau-al-husna (nama-nama yang terbaik), maka
bermohonlah kepada-Nya de-ngan menyebutnya Al-Asmau-al-husna  itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka
kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
(Q.S. al-A’raf/7:180)
          Rasulullah saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik (Al-Asmau-al-husna) itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah
Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya.
Al-Asmau-al-husna  yang akan kalian pelajari, yaitu:
al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami, al-Basir. Setelah mempelajari topik ini, kalian diharapkan dapat menjelaskan makna keempat al-Asmau-al-husna tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.



Al-Alim


Al-‘Alim artinya Maha Mengetahui. Allah
Swt. Maha Mengetahui yang tampak atau yang
gaib. Pengetahuan
Allah Swt. tidak terbatas
oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas yang
dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah
Swt. Bahkan, peristiwa yang akan terjadi pun
sudah diketahui oleh Allah Swt. Dengan kata
lain, pengetahuan Allah Swt. itu tanpa batas.
Luar biasa, bukan? Agar lebih yakin perhatikan
firman-Nya berikut ini.

”Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak
ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan tidak
jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah
atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
(Q.S. al-An’am/6:59)



Al- Khabir
Al-Khabir artinya Mahateliti. Allah Mahateliti
terhadap semua ciptaan-Nya. Allah Swt.
menciptakan berjuta-juta makhluk, semuanya
berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.
Tidak ada satupun ciptaan Allah Swt. yang salah
sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Mahateliti
dalam menciptakan makhluk-Nya.
Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah Swt. berfirman:

“... dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 16)
        Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahateliti adalah hendaklah      kita harus waspada dan teliti betul apa yang kita    lakukan
atau yang akan kita lakukan. Kita harus teliti dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang teliti akan mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal di kemudian hari.



As-Sami
As-Sami artinya Maha Mendengar. Allah
Swt. Maha Mendengar semua suara apapun
yang ada di alam semesta ini. Pendengaran
Allah Swt. tidak terbatas, tidak ada satu
pun suara yang lepas dari pendengaran-Nya,
meskipun suara itu sangat pelan. Hal ini sesuai
dengan firman-Nya:

”... dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah/2:256)
       Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat
Maha Mendengar adalah kita harus mau mendengarkan orang lain yang sedang
berbicara. Terlebih lagi jika yang sedang berbicara adalah guru atau orang tua kita.
Lalu, bagaimana sikap kita jika tidak senang terhadap apa yang disampaikannya?
Tentu kita harus sampaikan hal itu kepada lawan bicara kita dengan sikap dan bahasa yang santun.



Al-Basir
Al-Basir artinya Maha Melihat. Allah Maha
Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan
kecil. Allah Swt. melihat apa saja yang ada di
langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta
ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan
firman-Nya:


“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al Hujurat/49:18)
      
         Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah
hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwaperistiwa
yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah
Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan
di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk

melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan.

Friday, August 5, 2016

Makna UUD 1945

PENDAHULUAN
Latar belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar ’45, memberikan pedoman-pedoman tertentu untuk mengisi kemerdekaan nasional kita, untuk melaksanakan ke Negaraan kita, untuk mengetahui tujuan dalam memperkembangkan kebangsaan kita, untuk setia kepada suara-batin yang hidup dalam kalbu rakyat kita.Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis, ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan pokok-pokok kaidah negara yang fundamental. Maka di samping merupakan suasana kerohaniaanya dari UUD 1945, juga merupakan sumber penjabaran normatif, oleh karena itu dalam pembukaan UUD 1945 terkandung sendi-sendi kehidupan negara.
Tujuan
1.    Memberikan pengetahuan dan pemahaman Pembukaan UUD 1945

2.   Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai arti dan tujuan pembukaan UUD 1945.

PEMBAHASAN

Sejarah Dibentuknya UUD 1945

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 merupakan badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negara” yang diberi nama Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945.
Kemudian Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sedangkan pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

PENGERTIAN ISI PEMBUKAAN UUD 1945

Undang-Undang Dasar 1945 beserta pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaannya merupakan sumber hukum tertinggi dari hukum yang berlaku di Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 juga merupakan sumber motivasi dan aspirasi perjuangan serta tekad bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
Di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat 4 alinea yang merupakan sumber hukum tertinggi. Dan dibawah ini merupakan makna dari setiap alinea UUD 1945, yaitu:

Alinea Pertama

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.
Kalimat tersebut menunjukkan keteguhan dankuatnya motivasi bangsaIndonesia untuk melawan penjajahan untuk merdeka, dengan demikian segala bentuk penjajahan haram hukumnya dan segera harus dienyahkan dari muka bumi ini karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian dan keadilan.
Dalam alinea pertama tersebut terkandung suatu pengakuan tentang nilai ‘hak kodrat’, yaitu yang tersimpul dalam  kalimat “Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa...”. Hak kodrat adalah hak yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang melekat pada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bukan hak individu saja sebagaimana deklarasi  negara liberal. Bangsa adalah  sebagai suatu penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Oleh karena sifatnya sebagai hak kodrat , maka bersifat mutlak dan asasi dan hak tersebut merupakan hak moral juga. oleh karena sifatnya  yang mutlak dan asasi maka ‘wajib kodrat’ dan ‘wajib moral’ bagi penjajah yang merampas kemerdekaan bangsa lain untuk memberikan hak kemerdekaan tersebut. Pelanggaran terhadap hak kemerdekaan tersebut adalah tidak sesuai dengan hakikat manusia (peri kemanusiaan) dan hakikat adil (peri keadilan) dan atas pelanggaran tersebut maka harus dilakukan suatu pemaksaan, yaitu bahwa penjajahan harus dihapuskan.

Alinea Kedua

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adildan makmur”.
            Kalimat tersebut membuktikan adanya penghargaan atas perjuangnan bangsa Indonesia selama ini dan menimbulkan kesadaran bahwa keadaan sekarang tidak dapat dipisahkan dengan keadaan kemarin dan langkah sekarang akan menentukan keadaan yang akan datang. Nilai-nilai yang tercermin dalam kalimat di atas adalah negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur hal ini perlu diwujudkan.
            Berdasarkan prinsip yang bersifat universal pada alinea pertama tentang hak kodrat akan kemerdekaan, maka bangsa Indonesia merealisasikan perjuangannya dalam suatu cita-cita bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Alinea kedua ini sebagai suatu konsekuensi logis dari pernyataan akan kemerdekaan pada alinea pertama.
            Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di samping sebagai suatu bukti objektif atas penjajahan pada bangsa Indonesia, juga sekaligus mewujudkan suatu hasrat yang kuat dan bulat untuk menentukan nasib sendiri, terbebas dari kekuasaan bangsa lain.
            Hasil dari perjuangan bangsa Indonesia itu terjelma dalam suatu Negara Indonesia. Menyusun suatu negara atas kemampuan dan kekuatan sendiri dan selanjutnya untuk menuju pada suatu cita-cita bersama yaitu suatu masyarakat yang berkeadilan dan berkemakmuran.

Alinea Ketiga

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya”.
          Pernyataan ini bukan saja menengaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materil bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi keyakinan menjadi spritualnya, bahwa maksud dan tujuannya menyatakan kemerdekaannya atas berkah Allah Yang Maha Esa.
          Pengakuan “Nilai religius”, yaitu dalam pernyataan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Hal ini mengandung makna bahwa negara Indonesia mengakui nilai-nilai religius, bahkan merupakan suatu dasar negara (sila pertama),sehingga konsekuensinya merupakan dasar dari hukum positif negara maupun dasar moral negara.
              Secara filosofis bangsa Indonesia mengakui bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kemerdekaan dan negara Indonesia di samping merupakan hasil jerih payah perjuangan bangsa Indonesia. Juga yang terpenting adalah merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pengakuan ‘nilai moral’ yang terkandung dalam pernyataan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Hal ini mengandung makna bahwa nagara dan bangsa Indonesia mengkui nilai-nilai moral dan hak kodrat untuk segala bangsa. Demikian juga nilai-nilai moral dan nilai kodrat tersebut merupakan asas bagi kehidupan kenegaraan bangsa Indonesia.

Alinea Keempat

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteran umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ”.
             Setelah dalam alinea pertama, kedua dan ketiga dijelaskan tentang alasan dasar serta hubungan langsung dengan kemerdekaan, maka dalam alinea keempat sebagai kelanjutan berdirinya negara Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, dirinci lebih lanjut tentang prinsip-prinsip serta pokok-pokok kaidah pembentukan pemerintahan negara Indonesia. Dimana hal ini dapat disimpulkan dari kalimat “...kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia...”.
     Pemerintahan dalam susunan kalimat “Pemerintahan Negara Indonesia...”, hal ini dimaksudkan dalam pengertian sebagai penyelenggara seluruh aspek kegiatan negara dan segala kelengkapannya (goverment) yang berbeda dengan pemerintahan negara yang hanya menyangkut salah satu aspek saja dari kegiatan penyelenggaraan negara yaitu aspek pelaksana.

Tujuan Pembukaan UUD 1945

Tujuan Pembukaan UUD 1945
          
  Dibuatnya pembukaan UUD 1945 pastinya mempunyai sebuah tujuan. Tujuannya agar masyarakat indonesia mendapatkan keadilan dan kemakmuran baik secara materi maupun spiritual. Jika diperhatikan, tujuan bangsa indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 mencakup 3 hal, antara lain :
    1.      Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia.
    2.      Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
    3.      Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Dari Dari poin-poin diatas kita dapat menyimpulkan bahwa negaraIndonesia melindungi negara dan seluruh warga negaraindonesia yang berada di dalammaupun di luar negeri. Selain itunegara kita menginginkan situasidan kondisi rakyat yang bahagia,makmur, adil, sentosa.
Sedangkan jika berdasarkan susunan Pembukaan`UUD 1945, maka dapat dibedakan empat macam tujuan sebagaimana terkandung dalam empat alenia dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai berikut :
·         Alinea I, untuk mempertanggungjawabkan bahwa pernyataan kemerdekaan sudah selayaknya, karena berdasarkan atas hak kodrat yang bersifat mutlak dari moral bangsa Indonesia untuk merdeka.
·         Alinea II, untuk menetapkan cita-cita bangsa Indonesia yang ingin dicapai dengan kemerdekaan yaitu terpeliharanya secara sunguh-sungguh kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan bangsa, negara dan daerah atas keadilan hukum dan moral, bagi diri sendiri dan pihak lain serta kemakmuran bersama yang berkeadilan.
·         Alinea III, untuk menegaskan bahwa proklamasi kemerdekaan menjadi permulaan dan dasar hidup kebangsaan dan kenegaraan bagi seluruh warga Indonesia yang luhur dan sucidalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
·         Alinea IV, untuk melaksanakan segala sesuatu itu dalam perwujudan dasar-dasar tertentu yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, sebagai ketentuan pedoman dan pegangan yang tetap dan praktis yaitu dalam realisasi hidup bersama dalam suatu negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila.