Wednesday, August 10, 2016
Bohlam Lampu Pijar Pertama
Thomas Alfa Edison
Alfa Edison lahir di Milan, Ohio, AS, tanggal 11
Februari 1847 dari pasangan Samuel Odgen (ayah) dan Nancy Elliot (ibu). Namun,
dia tumbuh besar di Port Huron, Michigan, sejak keluarganya pindah ke sana
tahun 1854. Alfa Edison dibesarkan oleh pendidikan informal di dalam keluarga.
Dalam hal ini, guru yang memberi inspirasi adalah ibunya sendiri, Nancy Elliot.
Sebelumnya, Alfa Edison memang sempat mengeyam pendidikan formal seperti kebanyakan anak-anak lain. Namun, tiga bulan bersekolah, sang guru mengembalikan Alfa Edison beserta secarik surat. Di mana, inti surat tersebut berisi bahwa dia tak layak disekolahkan karena dianggap terlalu bodoh. Sejak itulah, ibunya yang berprofesi sebagai guru mendidik Alfa Edison.
Sebelumnya, Alfa Edison memang sempat mengeyam pendidikan formal seperti kebanyakan anak-anak lain. Namun, tiga bulan bersekolah, sang guru mengembalikan Alfa Edison beserta secarik surat. Di mana, inti surat tersebut berisi bahwa dia tak layak disekolahkan karena dianggap terlalu bodoh. Sejak itulah, ibunya yang berprofesi sebagai guru mendidik Alfa Edison.
Rasa Ingin Tahu Alfa Edison Besar
Sebagai anak yang dianggap bodoh, Alfa Edison
mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Berbagai literatur dibacanya untuk
memuaskan hasrat tersebut. Mulai dari karya sastra sampai ilmiah habis
dibacanya.
Bengkel kerja ilmiah pertamanya dibuat di gudang rumahnya. Di sana, Alfa Edison menghabiskan waktunya untuk "bermain-main", mengerjakan eksperimen-eksperimen kecil yang sudah dibacanya di literatur-literatur ilmiah. Bahkan, dia berhasil membuat telegraf "primitif" saat berusia 11 tahun.
Bengkel kerja ilmiah pertamanya dibuat di gudang rumahnya. Di sana, Alfa Edison menghabiskan waktunya untuk "bermain-main", mengerjakan eksperimen-eksperimen kecil yang sudah dibacanya di literatur-literatur ilmiah. Bahkan, dia berhasil membuat telegraf "primitif" saat berusia 11 tahun.
Alfa Edison Berjualan di Stasiun Kereta
Api
Tentu saja, eksperimen-eksperimen kecil ini
membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, Alfa Edison mencarinya dengan
menjual apapun yang bisa dijual di stasiun kereta api jalur antara kota Port
Huron dan Detroit. Selama beraktivitas di sini, Alfa Edison mendapatkan
kesempatan emas tatkala dia menolong anak kepala stasiun. Ganjarannya, dia
diberi gerbong kereta tak terpakai untuk membuat laboratorium.
Ketika pecah perang saudara di tanah Amerika pada 1861, segera topik ini menjadi hangat diperbincangkan orang. Alfa Edison melihat hal ini sebagai peluang. Dia langsung membeli sebuah mesin cetak tua seharga 12 dolar. Dengan mengutak-atik sedikit, jadilah mesin cetak tua ini sebagai mesin cetak uang. Ya, dari sanalah Alfa Edison memiliki sebuah penerbitan koran “Weekly Herald”. Oplahnya yang sehari mencapai 400 eksemplar laris manis bak kacang goreng saat dijual di stasiun kereta.
Ketika pecah perang saudara di tanah Amerika pada 1861, segera topik ini menjadi hangat diperbincangkan orang. Alfa Edison melihat hal ini sebagai peluang. Dia langsung membeli sebuah mesin cetak tua seharga 12 dolar. Dengan mengutak-atik sedikit, jadilah mesin cetak tua ini sebagai mesin cetak uang. Ya, dari sanalah Alfa Edison memiliki sebuah penerbitan koran “Weekly Herald”. Oplahnya yang sehari mencapai 400 eksemplar laris manis bak kacang goreng saat dijual di stasiun kereta.

Pada usia 12 tahun, Alfa Edison kehilangan sebagian
besar pendengarannya, bahkan bisa dibilang nyaris tuli. Dalam catatan
hariannya, Alfa Edison pernah menulis, "Saya tidak pernah mendengar burung bernyanyi sejak saya berusia 12
tahun." Namun, itu tak mematahkan
semangatnya untuk terus maju. Bahkan, penyakit tersebut memberinya keuntungan.
Dengan demikian, dia bisa terus berfokus pada apa yang tengah dibacanya tanpa
terganggu suara-suara lain.
Sewaktu Alfa Edison dipekerjakan sebagai operator telegraf di Boston tahun 1868, seluruh waktu luangnya habis untuk melakukan percobaan demi percobaan. Pada tahun ini, dia mulai mendedikasikan diri di wilayah penemuan-penemuan terbaru. Di mana, saat itu dia menemukan sistem interkom elektrik. Hak paten pertamanya diperoleh ketika dia berusia 21 tahun. Dia mendapatkan paten untuk alat electric vote recorder. Sayang, tak ada yang tertarik untuk membelinya.
Sewaktu Alfa Edison dipekerjakan sebagai operator telegraf di Boston tahun 1868, seluruh waktu luangnya habis untuk melakukan percobaan demi percobaan. Pada tahun ini, dia mulai mendedikasikan diri di wilayah penemuan-penemuan terbaru. Di mana, saat itu dia menemukan sistem interkom elektrik. Hak paten pertamanya diperoleh ketika dia berusia 21 tahun. Dia mendapatkan paten untuk alat electric vote recorder. Sayang, tak ada yang tertarik untuk membelinya.
Bohlam Lampu Pijar Pertama
Sejak itu, Alfa Edison selalu berpikir untuk membuat penemuan-peneman
yang komersial. Dolar pertama yang didapatnya dari hasil penemuan adalah saat
dia mengembangkan stock ticker. Sebuah perusahaan yang tertarik membelinya rela
menghargai sebanyak 40.000 dolar. Uang ini tidak langsung dimakan habis, melainkan
digunakan untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey.
Di sini, Alfa Edison mewujudkan gagasan-gagasannya. Beberapa di antara
temuannya mengubah kehidupan seluruh umat manusia.

Pada 1877, Alfa Edison membuat phonograph dan tidak
berhenti sampai di situ, karena di tahun yang sama dia berhasil menciptakan
bohlam lampu pijar. Pertanyaannya berapa banyak penelitian yang dilakukan oleh
Alfa Edison untuk menemukan bohlam lampu pijar? Dalam kurun waktu dua tahun,
Alfa Edison menghabiskan seluruh dana dan waktunya untuk menciptakan lampu. Hal
ini dikarenakan lampu listrik sangat dibutuhkan untuk menerangi malam yang saat
itu masih memakai lampu minyak. Total penelitian yang dilakukan adalah 6.000
uji coba untuk menemukan bahan yang tepat. Melalui usaha ekstra keras, tanggal
21 Oktober 1879, Alfa Edison melahirkan bohlam lampu pijar yang mampu menyala
selama 40 jam. Sejarah pun ditorehkan!
Masih banyak lagi hasil penemuan Alfa Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Alfa Edison sudah menciptakan paten sebanyak 1.093 atas temuannya. Di antara beberapa temuannya yang lain adalah telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.
Masih banyak lagi hasil penemuan Alfa Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Alfa Edison sudah menciptakan paten sebanyak 1.093 atas temuannya. Di antara beberapa temuannya yang lain adalah telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.
Biografi Wahidin Soedirohusodo
Wahidin Soedirohoesodo
Nama
Lengkap : Wahidin Soedirohoesodo
Pekerjaan : Dokter
Tempat
Lahir : Mlati, Sleman, Yogyakarta
Tanggal
Lahir : Rabu, 7 Januari 1852
Meninggal : 26 Mei 1917 ( 65 Tahun )
Warga
Negara : Indonesia
Dikenal karena : Pengagas organisasi Boedi Utomo
Aktivitas perjuangan : - Mengabdikan
pengetahuannya sebagai dokter yang memberikan layanan kesehatan
secara gratis kepada masyarakat
- Mengemukakan gagasan tentang strategi
perjuangan kemerdekaan yaitu dengan
mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pendidikan.
- Memperluas pendidikan dan pengajaran dan memupuk
kesadaran kebangsaan.
- Mempelopori berdirinya organisasi Boedi Utomo.
Pendidikan : -
Sekolah Dasar di Yogyakarta
-
Europeesche
Lagere School
-
School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA)
Latar
Belakang
Dokter lulusan STOVIA ini sangat senang bergaul dengan rakyat biasa,
sehingga tak heran bila ia mengetahui banyak penderitaan rakyat. Ia juga sangat
menyadari bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat akibat penjajahan
Belanda. Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan,
rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti
pendidikan di sekolah-sekolah. Sebagai dokter, ia sering mengobati rakyat tanpa
memungut bayaran.
Dua pokok yang menjadi perjuangannya ialah memperluas pendidikan dan
pengajaran dan memupuk kesadaran kebangsaan.
Biografi
Wahidin Sudirohusodo, dr.
adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya Wahidin Sudirohusodo
selalu dikaitkan dengan organisani Budi Utomo karena meskipun Wahidin
Sudirohusodo bukan merupakan pendiri organisasi kebangkitan nasional itu,
Wahidin Sudirohusodo menjadi salah satu penggagas berdirinya organisasi yang
didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta itu.
Pria yang lahir di Mlati, Sleman, Yogyakarta
pada tanggal 7 Januari 1852 ini menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di
Yogyakarta yang kemudian dia lanjutkan dengan bersekolah di Europeesche Lagere
School yang juga berlokasi di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan studinya di
sekolah tersebut, Sudirohusodo memutuskan untuk masuk di Sekolah Dokter Jawa
atau yang juga dikenal dengan sebutan STOVIA di Jakarta.
Selama hidupnya, Sudirohusodo yang diketahui
merupakan keturunan Bugis-Makassar ini sangat senang bergaul dengan rakyat
biasa. Sehinggga tak heran bila dia disukai banyak orang. Dari pergaulannya
inilah, Sudirohusodo akhirnya sedikit banyak mengerti penderitaan rakyat akibat
penjajahan Belanda.
Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan
diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi
kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah. Sebagai salah satu cara
yang bisa dilakukannya untuk sedikit membantu meringankan penderitaan
adalah dengan memanfaatkan profesinya sebagai dokter, selama mengobati rakyat,
Sudirohusodo sama sekali tidak memungut bayaran.
Selain sering bergaul dengan rakyat, dokter
yang terkenal pula pandai menabuh gamelan dan mencintai seni suara, ini juga
sering mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat di beberapa kota di Jawa. Para tokoh
itu kemudian diajaknya untuk menyisihkan sedikit uang mereka yang nantinya
digunakan untuk menolong pemuda-pemuda yang cerdas, tetapi tidak mampu
melanjutkan sekolahnya. Namun sayangnya, ajakan Sudirohusodo ini kurang
mendapat sambutan.
Perjuangan Sudirohusodo tidak sampai disitu
saja. Di Jakarta, Sudirohusodo mencoba mengunjungi para pelajar STOVIA dan
menjelaskan detail gagasannya. Saat itu, Sudirohusodo menganjurkan agar para
pelajar itu mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan
meninggikan martabat bangsa. Ternyata gagasan Sudirohusodo ini mendapat
sambutan baik dari para pelajar STOVIA itu. Mereka juga sependapat dan
menyadari bagaimana buruknya nasib rakyat Indonesia pada waktu itu.
Pada tanggal 20 Mei 1908, Sutomo dan
kawan-kawannya mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Inilah
organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia. Karena itu, tanggal lahir
Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Wahidin
Sudirohusodo sendiri wafat pada tanggal 26 Mei 1917. Jasadnya kemudian
dimakamkan di desa Mlati, Yogyakarta.
Arti Asmaul Husna
ASMAUL
HUSNA
Al-Asmau-al-husna artinya nama-nama Allah
Swt. yang baik. Allah Swt.
mengenalkan
dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik, sesuai dengan
firman-Nya:
“ Dan Allah
memiliki Al-Asmau-al-husna (nama-nama yang terbaik), maka
bermohonlah
kepada-Nya de-ngan menyebutnya Al-Asmau-al-husna itu dan
tinggalkanlah
orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka
kelak akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
(Q.S.
al-A’raf/7:180)
Rasulullah
saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik (Al-Asmau-al-husna)
itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah
Swt.
akan memasukkan ke dalam surga-Nya.
Al-Asmau-al-husna yang akan
kalian pelajari, yaitu:
al-‘Alim,
al-Khabir, as-Sami, al-Basir. Setelah mempelajari topik ini, kalian
diharapkan dapat menjelaskan makna keempat al-Asmau-al-husna tersebut,
dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Alim
Al-‘Alim
artinya Maha Mengetahui.
Allah
Swt. Maha Mengetahui yang
tampak atau yang
gaib. Pengetahuan
Allah Swt. tidak terbatas
oleh ruang dan waktu.
Segala aktivitas yang
dilakukan oleh makhluk
diketahui oleh Allah
Swt. Bahkan, peristiwa
yang akan terjadi pun
sudah diketahui oleh Allah
Swt. Dengan kata
lain, pengetahuan Allah
Swt. itu tanpa batas.
Luar biasa, bukan? Agar
lebih yakin perhatikan
firman-Nya berikut ini.
”Dan pada sisi Allahlah
kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri. dan
Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak
ada sehelai daun pun yang
gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan tidak
jatuh sebutir biji pun
dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah
atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
(Q.S. al-An’am/6:59)
Al- Khabir
Al-Khabir artinya Mahateliti.
Allah Mahateliti
terhadap semua
ciptaan-Nya. Allah Swt.
menciptakan
berjuta-juta makhluk, semuanya
berfungsi
sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.
Tidak ada
satupun ciptaan Allah Swt. yang salah
sasaran. Ini
menandakan bahwa Allah Mahateliti
dalam
menciptakan makhluk-Nya.
Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah Swt.
berfirman:
“...
dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 16)
Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa
Allah Swt. Mahateliti adalah hendaklah
kita harus waspada dan teliti betul apa yang kita lakukan
atau yang akan kita
lakukan. Kita harus teliti dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di
sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang teliti akan mendapatkan
hasil maksimal, dan tidak akan menyesal di kemudian hari.
As-Sami
As-Sami artinya Maha Mendengar.
Allah
Swt. Maha Mendengar semua
suara apapun
yang ada di alam semesta
ini. Pendengaran
Allah Swt. tidak terbatas,
tidak ada satu
pun suara yang lepas dari
pendengaran-Nya,
meskipun suara itu sangat
pelan. Hal ini sesuai
dengan firman-Nya:
”... dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (Q.S.
al-Baqarah/2:256)
Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada
Allah Swt. yang memiliki sifat
Maha Mendengar adalah kita
harus mau mendengarkan orang lain yang sedang
berbicara. Terlebih lagi
jika yang sedang berbicara adalah guru atau orang tua kita.
Lalu, bagaimana sikap kita
jika tidak senang terhadap apa yang disampaikannya?
Tentu kita harus sampaikan
hal itu kepada lawan bicara kita dengan sikap dan bahasa yang santun.
Al-Basir
Al-Basir artinya Maha Melihat. Allah Maha
Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan
kecil. Allah Swt. melihat apa saja yang ada di
langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta
ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan
firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di
langit dan di bumi. dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan.” (Q.S. al Hujurat/49:18)
Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah
hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin
untuk dapat melihat peristiwaperistiwa
yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan
akan kebesaran Allah
Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat
dalam memandang berbagai persoalan
di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita
juga harus selalu introspeksi diri untuk
melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri
agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan.
Friday, August 5, 2016
Makna UUD 1945
PENDAHULUAN
Latar belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar ’45, memberikan pedoman-pedoman
tertentu untuk mengisi kemerdekaan nasional kita, untuk melaksanakan ke
Negaraan kita, untuk mengetahui tujuan dalam memperkembangkan kebangsaan kita,
untuk setia kepada suara-batin yang hidup dalam kalbu rakyat kita.Undang-Undang
Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar
itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis, ialah aturan-aturan dasar
yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak
tertulis.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan
pokok-pokok kaidah negara yang fundamental. Maka di samping merupakan suasana
kerohaniaanya dari UUD 1945, juga merupakan sumber penjabaran
normatif, oleh karena itu dalam pembukaan UUD 1945 terkandung
sendi-sendi kehidupan negara.
Tujuan
1.
Memberikan
pengetahuan dan pemahaman Pembukaan UUD 1945
2.
Memberikan
pengetahuan dan pemahaman mengenai arti dan tujuan pembukaan UUD 1945.
PEMBAHASAN
Sejarah Dibentuknya UUD 1945
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 merupakan badan yang menyusun
rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28
Mei hingga 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negara”
yang diberi nama Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI
membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam
Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945.
Kemudian Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang
disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI). Sedangkan pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional
Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah
rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
PENGERTIAN ISI PEMBUKAAN UUD 1945
Undang-Undang Dasar 1945 beserta pokok-pokok pikiran yang
terkandung dalam pembukaannya merupakan sumber hukum tertinggi dari hukum yang
berlaku di Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 juga merupakan sumber motivasi dan aspirasi perjuangan serta tekad bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
Pembukaan UUD 1945 juga merupakan sumber motivasi dan aspirasi perjuangan serta tekad bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
Di
dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat 4 alinea yang merupakan sumber hukum tertinggi.
Dan dibawah ini merupakan makna dari setiap alinea UUD 1945, yaitu:
Alinea
Pertama
“Bahwa
sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan
dan peri keadilan”.
Kalimat tersebut menunjukkan keteguhan
dankuatnya motivasi bangsaIndonesia untuk melawan penjajahan
untuk merdeka, dengan demikian segala bentuk penjajahan haram hukumnya dan
segera harus dienyahkan dari muka bumi ini karena bertentangan dengan
nilai-nilai kemanusian dan keadilan.
Dalam alinea pertama tersebut terkandung suatu pengakuan tentang
nilai ‘hak kodrat’, yaitu yang tersimpul dalam kalimat “Bahwa
kemerdekaan adalah hak segala bangsa...”. Hak kodrat adalah
hak yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang melekat pada manusia
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam pernyataan tersebut
ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bukan hak individu saja
sebagaimana deklarasi negara liberal. Bangsa adalah sebagai suatu
penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Oleh
karena sifatnya sebagai hak kodrat , maka bersifat mutlak dan asasi dan hak
tersebut merupakan hak moral juga. oleh karena sifatnya yang mutlak dan
asasi maka ‘wajib kodrat’ dan ‘wajib moral’ bagi penjajah yang
merampas kemerdekaan bangsa lain untuk memberikan hak kemerdekaan tersebut.
Pelanggaran terhadap hak kemerdekaan tersebut adalah tidak sesuai dengan
hakikat manusia (peri kemanusiaan) dan hakikat adil (peri keadilan) dan atas
pelanggaran tersebut maka harus dilakukan suatu pemaksaan, yaitu bahwa
penjajahan harus dihapuskan.
Alinea
Kedua
“Dan
perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adildan
makmur”.
Kalimat tersebut membuktikan adanya penghargaan atas perjuangnan bangsa
Indonesia selama ini dan menimbulkan kesadaran bahwa keadaan sekarang tidak
dapat dipisahkan dengan keadaan kemarin dan langkah sekarang akan menentukan
keadaan yang akan datang. Nilai-nilai yang tercermin dalam kalimat di atas
adalah negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur hal
ini perlu diwujudkan.
Berdasarkan prinsip yang bersifat universal pada alinea pertama tentang hak
kodrat akan kemerdekaan, maka bangsa Indonesia merealisasikan perjuangannya
dalam suatu cita-cita bangsa dan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil
dan makmur. Alinea kedua ini sebagai suatu konsekuensi logis dari pernyataan
akan kemerdekaan pada alinea pertama.
Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di samping sebagai suatu bukti objektif
atas penjajahan pada bangsa Indonesia, juga sekaligus mewujudkan suatu hasrat
yang kuat dan bulat untuk menentukan nasib sendiri, terbebas dari kekuasaan
bangsa lain.
Hasil dari perjuangan bangsa Indonesia itu terjelma dalam suatu Negara
Indonesia. Menyusun suatu negara atas kemampuan dan kekuatan sendiri dan
selanjutnya untuk menuju pada suatu cita-cita bersama yaitu suatu masyarakat
yang berkeadilan dan berkemakmuran.
Alinea
Ketiga
“Atas
berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan
dengan ini kemerdekaanya”.
Pernyataan
ini bukan saja menengaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materil
bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi keyakinan
menjadi spritualnya, bahwa maksud dan tujuannya menyatakan kemerdekaannya atas
berkah Allah Yang Maha Esa.
Pengakuan “Nilai
religius”, yaitu dalam pernyataan atas berkat rahmat Allah Yang
Maha Kuasa. Hal ini mengandung makna bahwa negara Indonesia mengakui
nilai-nilai religius, bahkan merupakan suatu dasar negara (sila
pertama),sehingga konsekuensinya merupakan dasar dari hukum positif negara
maupun dasar moral negara.
Secara
filosofis bangsa Indonesia mengakui bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang
Maha Kuasa, sehingga kemerdekaan dan negara Indonesia di samping merupakan
hasil jerih payah perjuangan bangsa Indonesia. Juga yang terpenting adalah
merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pengakuan ‘nilai moral’ yang terkandung dalam
pernyataan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan
yang bebas. Hal ini mengandung makna bahwa nagara dan bangsa Indonesia
mengkui nilai-nilai moral dan hak kodrat untuk segala bangsa. Demikian juga
nilai-nilai moral dan nilai kodrat tersebut merupakan asas bagi kehidupan
kenegaraan bangsa Indonesia.
Alinea Keempat
“Kemudian
daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteran umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam
suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan
Yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradap, persatuan Indonesia,
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia ”.
Setelah
dalam alinea pertama, kedua dan ketiga dijelaskan tentang alasan dasar serta
hubungan langsung dengan kemerdekaan, maka dalam alinea keempat sebagai
kelanjutan berdirinya negara Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945,
dirinci lebih lanjut tentang prinsip-prinsip serta pokok-pokok kaidah
pembentukan pemerintahan negara Indonesia. Dimana hal ini dapat disimpulkan
dari kalimat “...kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan
Negara Indonesia...”.
Pemerintahan
dalam susunan kalimat “Pemerintahan Negara Indonesia...”, hal ini dimaksudkan
dalam pengertian sebagai penyelenggara seluruh aspek kegiatan negara dan segala
kelengkapannya (goverment) yang berbeda dengan pemerintahan negara yang hanya
menyangkut salah satu aspek saja dari kegiatan penyelenggaraan negara yaitu
aspek pelaksana.
Tujuan Pembukaan UUD 1945
Tujuan Pembukaan UUD 1945
Dibuatnya
pembukaan UUD 1945 pastinya mempunyai sebuah tujuan. Tujuannya agar masyarakat
indonesia mendapatkan keadilan dan kemakmuran baik secara materi maupun
spiritual. Jika diperhatikan, tujuan bangsa indonesia yang tercantum dalam UUD
1945 mencakup 3 hal, antara lain :
1. Melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia.
Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
bangsa.
3. Ikut melaksanakan
ketertiban dunia.
Dari Dari poin-poin diatas kita dapat menyimpulkan bahwa
negaraIndonesia melindungi negara dan seluruh warga negaraindonesia yang berada
di dalammaupun di luar negeri. Selain itunegara kita menginginkan situasidan
kondisi rakyat yang bahagia,makmur, adil, sentosa.
Sedangkan jika berdasarkan susunan Pembukaan`UUD 1945, maka
dapat dibedakan empat macam tujuan sebagaimana terkandung dalam empat alenia
dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai berikut :
· Alinea I,
untuk mempertanggungjawabkan bahwa pernyataan kemerdekaan sudah selayaknya,
karena berdasarkan atas hak kodrat yang bersifat mutlak dari moral bangsa
Indonesia untuk merdeka.
· Alinea
II, untuk menetapkan cita-cita bangsa Indonesia yang ingin dicapai dengan
kemerdekaan yaitu terpeliharanya secara sunguh-sungguh kemerdekaan dan
kedaulatan negara, kesatuan bangsa, negara dan daerah atas keadilan hukum dan
moral, bagi diri sendiri dan pihak lain serta kemakmuran bersama yang
berkeadilan.
· Alinea
III, untuk menegaskan bahwa proklamasi kemerdekaan menjadi permulaan dan dasar
hidup kebangsaan dan kenegaraan bagi seluruh warga Indonesia yang luhur dan
sucidalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
· Alinea
IV, untuk melaksanakan segala sesuatu itu dalam perwujudan dasar-dasar tertentu
yang tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, sebagai ketentuan pedoman
dan pegangan yang tetap dan praktis yaitu dalam realisasi hidup bersama dalam
suatu negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Subscribe to:
Posts (Atom)